Manusia tak luput dari kesalahan (dosa). Dan yang utama bukanlah manusia yang bebas dari kesalahan (dosa) namun manusia yang senantiasa mengevaluasi dan berbenah diri dari kesalahan – kesalahan yang dilakukannya.Dalam buku “Mencari Tuhan Yang Hilang” karya Ust Yusuf Mansur disebutkan cara muhasabah yang insyaallah benar, yakni :
- Mengkoreksi habis apa kira – kira perbuatan maksiat yang telah dilakukan. Contoh : apakah menyentuh perbuatan MOLIMO (main, madat, minum, maling & madon), atau justru telah menduakan Tuhan dengan bersandar kepada benda- benda, ajimat, kyai, orang ‘pintar’ dan sebagainya.
- Berupaya untuk bertaubat secara benar dari maksiat yang telah dilakukan.
- Mengadakan perjanjian/ ikrar yang diucapkan dihadapan Tuhan untuk melepaskan diri dari semua perbuatan zalim yang telah dilakukan
- Taslim, yaitu tunduk dan patuh kepada ajaran-Nya, seperti shalat, puasa, zakat atau sedekah, berbuat baik kepada sesame dan menghindari kemungkaran.
- Berusaha untuk menjadi yang terbaik bagi sesama, dengan memperhatikan orang yang status sosial ekonominya lebih rendah, yaitu : yatim piatu, fakir miskin, dan sebagainya.
- Harus ada kepasrahan yang sangat dan ketergantungan yang murni kepada ilahi, yang berbentuk tawakal.
