
3 PELAJARAN DARI HARI RAYA
November 18, 2009Dalam setahun umat muslim senantiasa memperingati 2 hari raya, yakni hari raya idul fitri dan hari raya idul adha. Dari kedua hari raya tersebut ada beberapa pelajaran yang bisa diambil, yakni :
Pertama, manusia harus bisa berdiri tegak. Maksudnya bahwa manusia harus bisa meletakkan posisi sebagaimana mestinya. Manusia terdiri atas 2 bagian yaitu bagian atas ulu hati (hati dan otak) dan bagian bawah ulu hati (perut dan kemaluan). Diharapkan manusia bisa mendahulukan bagian atasnya daripada bagian bawahnya. Sebuah ilustrasi manakah yang akan dipilih baik anak muda maupun orang tua (yang sudah berkeluarga). Ketika ada 2 undangan gratis yang satu untuk memenuhi kebutuhan bagian atas dan yang lain untuk memenuhi kebutuhan bawah. Yang satu menawarkan sebuah kajian yang dapat menambah keimanan dan wawasan. Dan yang lain menawarkan makan prasmanan dengan mengundang artis kondang. Kita lihat realita saat ini maka hampir bisa dipastikan akan lebih banyak orang yang memenuhi undangan yang kedua daripada yang pertama. Bagaimanakah dengan kita ?
Saat idul fitri kita diajarkan untuk bias mengendalikan bagian bawah ulu hati, dengan tarbiyah dari Allah selama satu bulan sebelumnya. Saat idul adha kita di ajarkan untuk mendahulukan bagian atas ulu hati dengan mewajibkan manusia untuk berhaji bagi yang mampu, karena jika kita tidak bias mendahulukan bagian hati ke atas maka niscaya ke berangkat haji mustahil untuk di lakukan, melihat biaya yang tidak murah. Mari kita kendalikan bagian bawah ulu hati !
Kedua, manusai harus cerdas memikirkan masa depan. Masa depan manakah yang sering ingin kita raih? masadepan sebelum mati ataukah masa depan setelah mati? Masa depan sebelum mati merupakan kemungkinan – kemungkinan, belum tentu orang yang kerjakeras dapat menikmati lezatnya makan, orang punya rumah mewah tapi hidup dari hotel ke hotel, gaji besar tapi tak pernah kumpul dengan keluarga. Sedangkan masa depan setelah mati adalah pasti dan akan datang dan akan kekal selamanya.
Bagi yang punya putra terkadang kita menyiapkan sesuatu atau memilih lembaga pendidikan yang bagus untuk masa depan mereka. Masa depan yang manakah yang kita persiapkan buat mereka ? Masa depan yang hanya sementara ataukah masa depan yang abadi ? Saat ini banyak anak muda yang berpendidikan tinggi namun tidak sebanding dengan jumlah pemuda yang memahami agamanya.
Hari raya idul fitri dan idul adha disertai dengan amal – amal ibadah yang tujuannya untuk persiapan masa depan yang abadi. Idul fitri diikuti dengan puasa ramadhan dan idul adha disertai dengan keutamaan berbuat baik di 9 hari pertama dzulhijjah. Mari kita berpikir cerdas memikirkan masa depan !
Ketiga, hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia. Bagaimanakah hubungan kita dengan Allah dan hubungan kita dengan manusia ? Lebih mengutamakan yang manakah kita, hubungan dengan Allah atau hubungan dengan Manusia ?
Menjelang idul fitri kita diwajibkan untuk berzakat yang salah satu tujuannya adalah berbagi kepada sesama manusia. Yang setelah sebelumnya kita memperbaiki hubungan dengan Allah. Setelah shalatpun kita saling bersilaturahmi dengan sanak saudara untuk mempererat hubungan dengan mereka. Idul adha juga mengajarkan hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia serta kita harus mendahulukan hubungan dengan Allah daripada hubungan dengan manusia. Kisah nabi Ibrahim as mengajarkan hal tersebut, ketika nabi Ibrahim as diperintahkan untuk menyembelih putranya.
[ihy]
download : pdf

Keren akh blognya. Semoga tambah banyak postingan dan kemanfaatannya. Hello world!nya didelete aja. Ha ha..
thanks