Syuro’ (musyawarah) dalam sebuah organisasi keislaman adalah sebuah keniscayaan, namun terkadang syuro’ hanya sebatas rutinitas dan tanpa agenda yang jelas dan inilah yang menjadi tantangan bagi penyelenggara syuro’. Dan ketika syuro’ tidak efektif dapat berimbas ke yang lain. Secara umum ketika kita menginginkan sebuah syuro’ yang efektif ada 3 hal yang perlu di perhatikan : sebelum, saat pelaksanaan dan setelah syuro’.
Sebelum syuro’
- Persiapkan apa yang ingin dicapai dari hasil syuro’ (tujuan).
- Undang mereka yang akan disertakan dalam rapat (peserta).
- Susun agenda selama rapat (alur).
- Tentukan kapan syuro’nya dan dimana untuk disampaikan kepada peserta bersamaan dengan undangan (waktu).
- List dan siapkan perlengkapan yang dibutuhkan selama syuro’ (alat).
Saat syuro’
- Laksanakan dengan on-time, mulai dan berakhir tepat waktu.
- Sebelum pembahasan samapaikan kembali tujuan dan agenda selama syuro’.
- Kondisikan alur pembahasan hingga mencapai tujuan.
- Libatkan mereka yang hadir dalam forum.
- Menjelang akhir, sampaikan kesimpulan hasil syuro dan sampaikan pertemuan selanjutnya jika diperlukan.
Setelah syuro’
- Sampaikan hasil syuro’ kepada seluruh anggota rapat baik yang hadir maupun tidak (tertulis).
- Persiapkan agenda selanjutnya jika ada.










